Rabu, 06 Desember 2017

Efek bullying orang LGBT

Bullying adalah perilaku agresif yang menyebabkan orang lain cedera atau ketidaknyamanan. Bullying dapat mengambil kontak fisik, kata-kata, atau tindakan lainnya. Contoh bullying adalah pemukulan, cemoohan, dan ekskomunikasi dari masyarakat.Menurut laporan tahunan 2014 di Grup Gay Bahia, 326 orang LGBT dibunuh di Brasil. Dari berita itu bisa mempengaruhi orang lgbt seperti depresi, merugikan diri sendiri, rendah diri, bahkan bunuh diri.
LGBT telah menjadi ciri budaya manusia sejak awal sejarah, sejak abad ke-20 masyarakat menganggap gay sebagai "sesuatu yang bisa disembuhkan" atau "penyakit jiwa". Tapi sekarang di masyarakat modern lebih memperhatikan biologi, psikologi, sejarah, dan budaya. Hak-hak gay masih menjadi topik yang sensitif di beberapa negara, terutama bagi orang-orang LGBT yang didiskriminasi di masyarakat.
Di masyarakat lgbt adalah kelompok minoritas yang hanya mereka kumpulkan dengan orang-orang lgbt. Dan kemudian masyarakat lebih sering menggertak kelompok lgbt secara verbal atau non verbal seperti cemoohan atau ekskomunikasi dari masyarakat. Pelecehan non verbal adalah pemukulan, atau bahkan membunuh orang-orang lgbt.
Karena mereka selalu mendapat tekanan dari masyarakat yang membuat stres menjadi minoritas. Stres minoritas didasarkan pada premis bahwa prasangka dan stigma negatif terhadap kelompok lgbt dan berpengaruh pada tekanan psikis. Stres minoritas menyebabkan hasil kesehatan yang merugikan termasuk gangguan mental dan fisik.
Stres yang terus berlanjut untuk beberapa kali akan menjadi stres serius yang dapat membahayakan kesehatan atau kelompok minoritas psikis. Efek dari stres minoritas berlanjut adalah depresison, anxiety, disorder, atau bunuh diri.
Pada saat yang sama, efek pada remaja mempengaruhi hubungan persahabatan negatif selama masa remaja, risiko kesehatan pada remaja dan dewasa muda seperti depresi, kecemasan, harga diri rendah, bahkan bisa mendapat penolakan dari keluarga, teman, guru, tetangga. Kemungkinan terburuk saat remaja memiliki stres minoritas adalah infeksi HIV, menyakiti diri sendiri, dan bunuh diri.
Karena konsekuensi negatif dari lgbt maka Program Pendidikan Seksualitas yang efektif memungkinkan kaum muda untuk mengeksplorasi nilai dan sikap, menerapkan hak seksual dan reproduksi mereka dan untuk membuat keputusan tentang orientasi kesehatan dan seksualitas mereka.
Kita, sebagai manusia, harus dilibatkan dalam gagasan untuk mendukung hak dan persamaan bagi individu LGBT karena mereka adalah salah satu dari kita tidak peduli apa yang mereka percaya. Kami dapat membantu dengan bersikap baik kepada orang homoseksual, ini menunjukkan bahwa Anda memiliki persamaan dan persamaan hak dan mendukung setiap orang menjadi pribadi mereka sendiri. Tidak hanya memiliki sikap positif, namun akan meningkatkan jumlah getaran positif yang terjadi melalui masyarakat saat mendukung hak untuk persamaan dan keadilan.

Jadi, ada begitu banyak efek negatif dari intimidasi terhadap orang atau kelompok lgbt, seperti depresi, kecemasan, penolakan dari masyarakat. Dalam kasus terburuk seseorang bisa bunuh diri karena selalu mendapat intimidasi. Mereka hanya mempercayai orang lain dalam kelompok mereka, bahkan keluarga mereka pun tidak. Kita harus membela hak asasi manusia agar setiap orang setara tidak hanya untuk gender, tapi juga untuk orientasi seksual.

Kamis, 06 Juni 2013

RANGKUMAN AGAMA KATOLIK KELAS 7 Bahan Ulangan Semester Genap 2013

  1. Di mana-mana kita jumpai orang yang menderita akibat kelaparan, tidak punya rumah, dan juga akibat peperangan.
  2. Dalam situasi seperti itu, pastilah mereka sangat mendambakan uluran kasih dari sesamanya.
  3. Kasih yang diperoleh seseorang dari sesamanya dapat membuat orang merasa didukung dan diperhatikan.
  4. Yesus hidup dalam situasi masyarakat miskin yang menderita, tersingkir dan diperlakukan tidak adil.
  5. Yesus terpanggil untuk berbelarasa. Ia menyapa mereka dan hidup di tengah mereka.
  6. Kehadirann Yesus mampu menghidupkan kembali harapan orang-orang yang menderita itu.
  7. Yesus tidak membantu secara material, tetapi Ia hadir dan menyapa mereka, Ia berpihak pada pada mereka.
  8. Yesus adalah pribadi yang selalu malekukan tindakan belas kasih dalam peristiwa mukhjizat ketika membangkitkan seorang pemuda di kota Nain. (Luk 7:11-17).
  9. Bagi orang-orang Yahudi di jaman Yesus, kemalangan atau penderitaan dan kematian (apalagi di usia muda) dipandang sebagai hukuman dari Allah akibat dosa.
  10. Pandangan Yesus justru sebaliknya, Yesus mewartakan kerahiman Allah, yakni Allah yang peduli dan berbelarasa pada orang-orang yang tertimpa kemalangan dan yang putus harapan.
  11. Belas kasih yang dimiliki oleh Yesus sungguh-sungguh belas kasih yang mengalir dari Allah Bapa sendiri.
  12. Faktor yang menghambat orang untuk meminta maaf atau memaafkan; keinginan untuk mempertahankan harga dirinya atau wibawa di hadapan orang yang telah bersalah / merasa gengsi.
  13. Ketidakmampuan memaafkan atau mengampuni dapat menumbuhkan rasa dendam, yang sesungguhnya dapat merugikan diri sendiri.
  14. Ketidaksediaan mengampuni dapat menyebabkan orang yang bersalah menanggung rasa bersalah berkepanjangan dan dapat menimbulkan permusuhan dan kebencian.
  15. Pengampunan sesungguhnya dapat menguntungkan, baik bagi orang yang bersalah maupun bagi orang yang telah dirugikan.
  16. Yesus mengajak murid-muridNya untuk selalu mengampuni tanpa batas (Mat18:21-22).”………….. Akuberkata kepadamu bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali”.
  17. Kepada perempuan yang berdosa, Yesus tidak bersikap mengadili, tetapi memberi kesempatan kepada perempuan tersebut untuk berubah dan tidak berbuat dosa lagi.
  18. Yesus digambarkan sebagai pribadi yang selalu hadir dengan kasihNya yang tidak terbatas kepada siapa pun, termasuk kepada kaum pendosa.
  19. Kepada setiap pendosa yang bertobat, Yesus selalu membukakan “pintu maaf” dan pengampunan.
  20. Allah senantiasa mengampuni dan memberi kesempatan kepada manusia untuk bertobat.
  21. Yesus menyebut diriNya sebagai Gembala yang baik yang rela memberikan nyawa bagi domba-dombaNya.
  22. Tindakan Yesus yang berani merupakan wujud dari cintaNya yang besr kepada manusia.
  23. Bagi Yesus yang terpenting adalah keselamatan seluruh umat manusia dan bukan keselamatan diriNya sendiri.
  24. Secara nyata sikap Yesus yang rela berkorban ini diwujudkan melalui kematiaannya di salib bagi manusia yang berdosa.
  25. Dengan meneladan Yesus yang rela berkornan, kita dapat mewujudkan sikap solidaritas dengan rela berkornan, khususnya berkorban bagi orang miskin dan menderita.
  26. Yoh:10:14 “Akulah Gembala yang baik danm Aku mengenal domba-dombaKu dan domba-dombaKu mengenal Aku, sama seperti Bapa mengenal Aku dan Aku mengenal Bapa.
  27. Peradaban modern diwarnai dengan semakin bertumbuhnya egoisme dan individualisme.
  28. Dalam peradaban modern makin banyak orang kurang / malah tidak lagi peduli terhadap sesamanya.
  29. Kisah Yesus menyembuhkan orang sakit pada hari sabat menunjukan kepedulian Yesus pada sesamanya, terutama yang menderita.
  30. Kepekaan dan kepedulian Yesus terhadap penderitan sesama sebagian besar, karena ia selalu memandang dan mengasihi mereka sebagai anak-anak Allah yang bermatabat luhur.
  31. Gereja memiliki orang-orang suci yang meneruskan karya Yesus tersebut dalam karya pelayanannya, misalnya: ibu Theresa dari Calcuta, atau Romo Mangun dari pinggiran Kali Code - Yogyakarta, dll.
  32. Banyak keperhatinan dalam masyarakat disebabkan sikap tidak peduli warga masyarakat terhadap sesamanya dan lingkunganya.
  33. Contoh kepedulian yang dapat kita lakukan terhadap lingkungan adalah menjaga kebersihan dengan membuang sampah pada tempatnya.
  34. Sikap tidak peduli kita pada kebersihan lingkunan dapat menyebabkan banjir dan pencemaran lingkungan.
  35. Sikap kurang peduli kita terhadap sesama yang kekurangan misalnya pengemis, masyarakat jembel, dan orang melarat disebabkan oleh sikap egoisme.
  36. Sikap kurang peduli yang disebabkan oleh sikap egoisme itu ketika seseorang tidak lagi memikirkan nasib sesamanya dan lebih memirkan dan mementingkan diri sendiri.
  37. Sikap peduli terhadap sesama tidak mungkin tumbuh dengan sendirinya tanpa membiasakan diri.
  38. Kebiasan bersikap peduli terhadap sesama perlu dipupuk sjak dalam keluarga, sekolah, dan akhirnya dalam masyarakat.
  39. Doa adalah sarana kominikasi antara manusia dengan Allah.
  40. Lewat doa, seseorang diharapkan lebih mampu mendengarkan kebenaran dan hidup batin yang lebih mendalam.
  41. Ungkapan doa juga dapat bermacam-macam, misalnya dalam bentuk ungkapan syukur, mencari kekuatan atau peneguhan, keluhan, dsb.
  42. Yesus adalah pribadi yang suka berdoa. Seluruh hidup dan karyanya dihayati dalam kesatuan dengan BapaNya.
  43. Yesus adalah seorang pendoa, Ia melihat hidupnya sendiri adalah suatu doa yang dipersembahkan kepada BapaNya. (Luk. 11:1-13).
  44. Yesus mengajar kita untuk menyapa BapaNya dalam doa”Bapa Kami”.
  45. Dalam doa tersebut, Yesus mengajarkan suatu doa yang penuh dengan sikap penyerahan, cinta kasih, keadilan, dan pengampunan.
  46. Yesus hidup dalam suasana masyarakat Yahudi, di mana cinta yang bersifat terkotak-kotak masih dipraktekkan.
  47. Cinta diukur berdasarkan hal-hal yang sifatnya dangkal, misalnya: sedarah, seagama, segolongan, sepaham,status sosial yang tinggi, tidak mengkritik pandangannya , dsb.
  48. Di jaman ini kebanyakan orang mencintai sesama berdasarkan alasan atau motifasi tertentu. Umumnya orang mencintai karena orang tsb telah menguntungkan hidup mereka, telah memberi sesuatu kepada mereka.
  49. Pepatah latin dalam hal memberi yang sesuai dengan hal cinta ini adalah: DO UT DES, yang artinya “saya memberi karena Engkau telah memberi”.
  50. Contoh Yesus tidak mengenal cinta yang terkotak-kotak terlihat pada kisah: “Yesus yang makan bersama Zakheus di rumahnya sehingga Zakheus bertobat (Luk 19:1-10); Yesus mengampuni orang berdosa dan perempuan yang berzinah sehingga mereka pun bertobat Yoh 8: 2-11).
  51. Jika kita mencintai orang lain, maka sesungguhnya kita berusaha bagamana agar orang lain yang dicintai itu bahagia. Cinta semacam itu disebut cinta sejati.
  52. Cinta sejati mengandaikan adanya keberanian seseorang untuk berkorban.
  53. Cinta sejati Yesus diperlihatkan oleh Yesus sendiri: karena mencintai manusia, Ia rela mengorbankan diriNya.



Don’t Forget!!!
BACA JUGA TEKS- TEKS KITAB SUCI YANG TERKAIT.


RANGKUMAN AGAMA KATOLIK KELAS 8 Bahan Ulangan Agama Katolik Semester Genap 2013

  1. Dalam menyatakan diri-Nya kepada manusia, Allah kerap menggunakan simbol atau lambang.
  2. Kehadiran Allah tidak pernah langsung dalam wujud aslinya; seperti kepada Musa, Allah menampakan diri melalui bara api, kepada Samuel dalam bentuk suara, kepada Bangsa Israel melaui tiang awan.
  3. Allah juga kerap kali menyatakan diri melalui pribadi-pribadi tertentu seperti para Nabi.
  4. Allah dalam kebaikan dan kebijaksanaa-Nya berkenan menyatakan diri-Nya secara utuh dalam dan melalui diri Yesus Kristus ( Ef 1:9 ).
  5. Melalui dan dalam pribadi Yesus Kristus, Allah menyatakan rencana kehendak-Nya.
  6. Didalam dan melalui sabda serta karya-Nya, Allah bisa dikenal secara utuh.
  7. Didalam Lumem Gentium ( LG ) Art.9c dikatakan, “ia membentuk mereka menjadi Gereja sebagai, supaya bagi semua dan setiap orang menjadi sakramen kelihatan yang menandakan kesatuan yang menyelamatkan.”
  8. Gereja sebagai persekutuan yang dijiwai Roh Kudus adalah suci dan mengungkapkan diri sebagai sakramen keselamatan (LG.Art 1;9c)
  9. Gereja mengespresikan karya keselamatan Kristus dengan tanda dan sarana penyelamatan Kristus yang kita kenal 7 sakramen Gereja.
  10. Ke-7 sakramen Gereja yaitu: Sakramen Baptis, Ekaristi, Tobat, Krisma, Imamat, Perkawinan dan Pengurapan orang sakit.
  11. Ke-7 sakramen tersebut mengandung 4 aspek yaitu:
-          Sakramen selalu berpusat pada Yesus Kristus
-          Terjadi didalam Gereja-Nya
-          Bersifat pribadi dan indrawi/manusiawi
-          dan menjadi simbol/sarana keselamatan yang diperlukan oleh manusia.
  1. Kuasa Allah yang ada dalam diri Yesus untuk menyelamatkan orang ditampakan melalui tanda yang dibuat Yesus (mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu) dan kata-kata yang diucapkan Yesus (“Jadilah engkau tahir”).
  2. Tanda dan kata terkait satu dengan yang lain: kata menjelaskan tanda dan tanda meneguhkan kata. Begitu tanda dan kata diunkapkan, maka “seketika itu juga” keselamatan terjadi.
  3. Kata “sakremen” (sacramentum: sacer/sacrum), berarti “sesuatu yang menjadikan kudus tau keramat”, juga “semua hal yang berhubungan dengan yang kudus”.
  4. Baru pada abad ketiga kata sacramentum dipakai didalam Gereja untuk menerjemahkan kata Yunani: mysterion (mysterion) yang artinya sama, yaitu: rahasia (misteri).
  5. Sesuatu yang kudus atau keramat sangat erat berkaitan dengan ide tentang sesuatu yang transcenden, yang ilahi, yang menarik (fascinosum), sekaligus yang menakutkan (tremandum)
  6. Dalam penghayatan sehari-hari orang biasanya menggunakan tanda-tanda dan lambang untukmengungkapkan rasa keagamaannya terhadap Yang Maha Kudus, Yang Maha Tinggi, dst.
  7. Sakramentali ialah tanda-tanda suci yang atas cara yang mirip yang mirip dengan sakramen menandakan efek-efek, terlebih yang rohani, yang diperoleh berkat permohonan Gereja.
  8. Sakramen (sacramentum) adalah tanda sekaligus sarana yang mengungkapkan peristiwa penyelamatan  Allah kepada manusia.
  9. Ada 3 aspek dalam karya penyelamatan Yesus, yakni:
-          Aspek ilahi: kehadiran Allah, yang dalam hal ini tampak dalam pribadi Yesus Kristus
-          Aspek personal-manusiawi: iman dan kesediaan orang menerimanya serta tanda berupa kata/perbuatan yang dapat dirasakan dan didengar dan dialami.
-          Aspek sosial/jemaat: adanya orang-orang yang hadir/jemaat yang menyaksikan.
  1. Gereja adalah sakramen, yakni tanda dan sarana persatuan dengan Allah dan kesatuan seluruh umat manusia.
  2. Gereja harus terus menerus disucikan oleh Roh Kudus, supaya tetap menjadi baru.
  3. Gereja harus terus menerus menyalurkan rahmat Tuhan, yitu keselamatanm kepada manusia.
  4. Masing-masing sakramen memakai tanda dan saranya sendiri.
  5. Gereja adalah persekutuan orang-orang beriman kepada Yesus Kristus.
  6. Dengan menerima sakramen Baptis, seseorang dimasukkan ke dalam kehidupan Allah Bapa yang mencipta, Yesus Kristus Putra Allah yang menebus dan Roh Kudus Yang menyucikan dan menyertai perjalanan hidupnya.
  7. Upacara inisiasi Kristen dilaksanakan dalam 4 masa dan 3 tahap: 1. Masa prakatekumenat, 2. masa katekumenat, 3. masa persiapan terakhir, 4. Masa Mistagogi.
  8. Seseorang yang mau menjadio Murid Kristus pertama-tama harus percaya atau beriman kepada Yesus Kristus.
  9. Beriman tidak hanya berarti mengetahui, melainkan percaya dan hidup sesuai dengan ajarannYa dan berupaya ikut mewartakan serta mewujudkan ajaranNya dalam kehidupan sehari-hari.
  10. Melalui upacara sakramen Baptis seseorang dilahirkan kembali dari air dan Roh..
  11. Arti dilahirkan dari air dan Roh adalah, orang itu memperoleh air kehidupan dan Roh kehidupan.
  12. Buah atau rahmat pembaptisan: Mendapat pengampunan,  menjadi “ciptaan baru”, memperoleh rahmat pembenaran atau pengudusan, digabungkan menjadi anggota Gereja, dimeteraikan.
  13. Yang termasuk sakramen inisiasi adalah: babtis, krisma dan ekaristi.
  14. Sakramen Ekaristi adalah pokok dan puncak dari segala sakramen.
  15. Dalam Perayaan sakramen Ekaristi yang menjadi puncak perayaan adalah Doa Syukur Agung.
  16. Percampuran air (sedikit) pada anggur mengandung arti:
-          Simbolisasi kelurnya darah dan air dari lambumg Yesus
-          Simbolisasi bersatunya kodrat ilahi dan manusiawi dari Yesus Kristus
-          Simbolisasi persatuan kita dan Yesus Kristus
  1. Pemasukan hosti suci (dicuil kecil) kedalam piala darah artinya, yaitu :
-          Tradisi Gereja Roma. Fermentum (peragian) misa Sri Paus > maka hocti kecil/secuil yang dicampurkan kedalam piala (di Paroki-paroki) melambangkan= Kesatuan Gereja
-          Liturgi Syria (Timur) melambangkan= kebangkitan Yesus Kristus dan kehadirannya pada Altar
  1.  Upacara persembahan mengandung arti dan nilai simbolis. Di sana umat mempersembahkan roti dan anggur dan uang sebagai hasil bumi dan usaha dan jerih payah manusia.
  2. Pengumpulan uang (kolekte) pada dasarnya dimaksudkan untuk orang miskin atau untuk keperluan Gereja.
  3. Doa Syukur Agung serupa dengan “induknya”, yakni birkat ha-mazon Doa Syukur Agung terdiri dari dua bagian: Puji-syukur dan permohonan.
  4. Yang pokok dalam perayaan Ekaristi adalah puji-syukur, yang dalam bahasa Yunani disebut eukharistia.
  5. Perayaan Ekaristi mengenangkan sekaligus menghadirkan kembali tindakan penyelamat yang dilakukan oleh Yesusada umat manusia sekaligus mensyukurinya.
  6. Bagi Gereja sekarang, Ekaristi merupakan Ucapan Syukur dan Pujian kepada Bapa.
  7. Ekaristi adalah kenangan akan kurban Yesus Kristus.
  8. Ekaristi adalah sebagai kehadiran Kristus melalui kekutan Sabda-Nya dan Roh Kudus.
  9. Liturgi menjelaskan bahwa Sakramen Penguatan menyebabkan curahan Roh Kudus dalam kelimpahan, seperti yang pernah dialami Para Rasul pada hari Pentakosta.
  10. Untuk menerima penguatan, orang harus berada dalam suasana rahmat.
  11. Akibat dosa, manusia kehilangan rahmat sebagai Anak Allah yang pernah ia terima dalam sakramen babtis.
  12. Hak untuk menerima sakramen-sakramen tidak akan diberikan bila, seseorang karena tindakan kejahatan yang amat besar terkena hukuman Gereja yang disebut: Ekskomunikasi.
  13. Hikuman dari Gereja yang dikenakan secara otomatis kepada orang yang bersalah disebut: Latae sententiae.
  14. Gereja Katolik oleh Yesus Kristus diberi tugas untuk membimbing umatnya supaya menjadi semakin sempurna dalam jalan menyucikan hidupnya. Salah satu cara menyucikan hidup yaitu melalui sakramen tobat. Sakramen tobat sering disebut dengn istilah lain, yaitu:
·         Sakramen pemulihan
·         Sakramen pengakuan
·         Sakramen pengampunan
·         Sakramen perdamaian
  1. Indulgensi adalah penghapusan siksa-siksa temprol di depan Allah untuk dosa-dosa yang sudah diampuni. Warga beriman Kristen yang benar-benar siap menerimanya, dibawah persyaratan yang ditetapkan dengan jelas, memperoleh dengan bantuan Gereja, yang sebagai pelayan penebusan membagi-bagikan dan memperuntukkan kekayaan pemulihan Kristus dan para kudus secara otoritatif
  2. Yang dapat mengampuni dosa atas nama Kristus  adalah hanya imam yang telah mendapat wewenang dari otoritas Gereja.

Sakit adalah bagian yang tak terpisahkan dalam hidup manusia. Dalam keadaan itu manusia menyadari ketidak mamouan, keterbatasan dan kefeneennya

Rabu, 05 Desember 2012

RANGKUMAN AGAMA KELAS 7 2012-2013

RANGKUMAN AGAMA KATOLIK KELAS 7
  1. YESUS BERBELAS KASIH
  1. Yesus hidup dalam situasi masyarakat yang menderita, tersingkir dan diperlakukan tidak adil.
  2. Yesus di panggil untuk berbelarasa.
  3. Yesus selalu berpihak dan member harapan pada yang menderita.
  4. Karena Yesus adalah pribadi yang selalu melakukan tindakan belas kasih pada sesamanya.
  5. Kita memperoleh belas kasih Allah pada saat kita mendapat belas kasih dari sesama.
  6. Contoh pengalaman belas kasih Allah:
  1. Mendapat pertolongan saat menghadapi kesulitan.
  2. Diberi makanan waktu kelaparan.
  3. Diberi minum waktu kehausan.
  4. Dibantu untuk bangkit waktu terjatuh.
  5. Dihibur waktu saat bersedih.
  6. Diobati / disembuhkan waktu sakit.
  7. Dst…
  1. Salah satu teks yang mengisahkan tindakan Yesus yang bebelas kasih adalah “ Yesus membangkitkan anak muda di Nain” (Luk 7:11-17)
  2. Melalui sikap dan tindakanNya, Yesus ingin menyatakan cinta Allah kepada semua manusia tanpa terkecuali.
  3. Contoh tindakan yang tidak berbelas kasih adalah: menipu, mencuri, memukul / menyakiti, egois / mementingkan diri sendiri, tidak peduli, dll
  4. Contoh tindakan Yesus yang mengasihi :
  1. Menyembuhkan orang buta
  2. Menyembuhkan orang lumpuh
  3. Menyembuhkan orang kusta
  4. Memberi makan 5000 orang
  5. Dan masih banyak lagi ……….
  6. Hingga rela menderita sengsara sampai wafat disalib.
II. YESUS MENGAMPUNI
  1. Kepada semua orang termasuk para pendosa, Yesus digambarkan sebagai pribadi yang selalu hadir dengan kasihNya yang tak terbatas.
  2. Kepada setiap pendosa yang bertobat, Yesus selalu memberikan “pintu maaf”dan pengampunan.
  3. Yesus mengajak murid-muridNya untuk selalu mengampuni tanpa batas.
  4. Tentang pengampunan Yesus berkata kepada para muridNya “bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.
  5. Allah senantiasa mengampuni dan memberi kesempatan kepada setiap manusia yang bertobat.
  6. Kepada perempuan yang berdosa, Yesus tidak mengadili tetapi memberikan kesempatan untuk bertobat, berubah dan tidak berbuat dosa lagi. (Bdk. Yoh 8:2-11).
  7. Mengampuni / memaafkan adalah memberikan kesempatan kepada orang yang bersalah untuk memperbaiki diri dan tidak melakukan kesalahan lagi.
  8. Memaafkan / mengampuni bukan berarti membenarkan kesalahannya.
  9. Yang membuat orang sulit mengampuni adalah keinginan untuk mempertahankan harga diri atau wibawanya di hadapan orang yang bersalah.
  10. Tidak mengampuni dapat menyebabkan orang yang bersalah merasa hancur karena menanggung rasa salah berkepanjangan dan dapat menimbulkan permusuhan dan kebencian.
III. RELA BERKORBAN
  1. Dalam Yoh 10:11-15 menunjukkan sikap Yesus yang tampil beda dengan sikap masyarakat umum.
  2. Sikap Yesus yang berbeda itu Ia gambarkan dengan sebutan “Gembala yang baik rela memberikan nyawanya bagi domba-dombanya.
  3. Untuk menunjukkan cintaNya yang besar kepada manusia yang terpenting bagi Yesus adalah keselamatan umat manusia.
  4. Sikap rela berkorban dapat kita wujudkan dengan :
  1. Rela membantu sesama yang menderita
  2. Rela menolong tanpa pamrih
  3. Rela berbagi kegembiraan kepada siapa saja.
  4. Dll …..
  1. Isi ayat 14 – 15 dalam Yoh 10
Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-dombaKu dan domba-dombaKu mengenal Aku. Sama seperti Bapa mengenal Aku dan Aku mengenal Bapa, dan Aku memberikan nyawa bagi domba-dombaKu.

IV. YESUS PEDULI TERHADAP PENDERITAAN SESAMA
  1. Yesus adalah tokoh yang sangat peduli terhadap penderitaan sesama . Maka Yesus menunjukkan sikapNya yang tidak akan membiarkan orang lain hidup menderita dan akan segera memberikan pertolongan.
  2. Dalam teks Kitab Suci ada kisah perumpamaan yang mengkaitkan praktik kepedulian terhadap sesama dengan pengadilan terakhir, misalnya Mat 25:31-46.
  3. Selain tokoh-tokoh para kudus atau orang-orang suci masa lalu yang peduli terhadap penderitaan sesama, pada jaman baru ini dalam gereja katholik juga kita mengenal tokoh / pribadi yang jelas menunjukkan sikap kepedulian kepada sesama misalnya :
  1. Muder Theresa dari Kalkuta
  2. Romo Mangunwidjaja
  3. Romo Sandiawan
Dan masih banyak tokoh-tokoh kristiani yang menunjukkan kepedulian namun belum terekspose di publik.

V. YESUS SANG PENDOA
  1. Yang menunjukkan bahwa Yesus adalah pribadi pendoa dan pengajar para pengikutNya untuk berdoa terungkap dalam Teks Kitab Suci Luk 11:1-13.
  2. Doa adalah :
  1. Komunikasi antara manusia dengan Allah.
  2. Kata cinta seorang anak kepada Bapanya.
  3. Ungkapan kehidupan iman, dan tidak dapat dilepaskan dari ungkapan serta perwujudan iman yang lain.
  4. Salah satu unsur kehidupan orang beriman, tetapi mempunyai tempat yang sentral. Namun doa bukan yang pokok. Yang pokok adalah iman, harapan dan kasih.
  5. Ungkapan yang hidup dalam hati orang beriman.
  1. Doa pada dasarnya berarti mengangkat hati, menyerahkan hati kepada Tuhan, menyatakan diri anak Allah, mengakui Allah sebagai Bapa.
  2. Doa dapat timbul dari kesusahan hati yang bingung, tetapi juga dari kegembiraan jiwa menuju ke masa depan yang bahagia.
  3. Doa hanya mungkin dalam dan oleh Roh Kudus. Karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang dikaruniakan kepada kita (Rom 5:5)
  4. Doa memperoleh pernyataan kepercayaan akan kasih sayang Allah. Maka hanya doa yang lahir dari iman akan menyelamatkan orang.
  5. Dalam kebiasaan Gereja dibedakan 2 bentuk doa yang pokok yaitu: Puji-Syukur dan Permohonan.
  6. Menurut carany doa ada berbagai macam bentuk misalnya: Doa devosi, meditasi, litani, karismatik, Taize, doa harian, doa safaat, mazmur, dll.
  7. Dalam kehidupan sehari-hari doa dapat menjadi daya untuk memampukan kita mengubah diri menjadi orang yang semakin baik, entah dalam kata-kata maupun dalam perilaku kita sehari-hari dengan sesama.
  8. Setiap Doa biasanya selalu diakhiri dengan kata Amin/ Amen yang artinya: Setuju, yakin, percaya, ya, sanggup, siap, pasti.
  9. Doa Bapa kami adalah doa yang diajarkan oleh Yesus Sendiri.
  10. Doa Bapa Kami berkaitan erat dengan pokok pewartaan Yesus yaitu Kerajaan Allah.
  11. Dalam isi Doa Bapa Kami ada 7 (tujuh) permohonan.
  12. Sesuai kerangkanya Doa Bapa Kami dapat dibagi menjadi 2 bagian yaitu:
Bagian I
Diaali dengan seruan “bapa Kami yang ada di surge”. Lalu disusul dengan 3 permohonan:
  1. Dimuliakanlah namaMu.
  2. Datanglah kerajaanMu
  3. Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surge.
Bagian II
Terdiri dari 4 permohonan:
  1. Berilah kami rejiki pada hari ini
  2. Ampunilah kesalahan kami seperti kamipun mengampuni yang bersalah kepada kami.
  3. Janganlah masukkan kami ke dalam percobaan
  4. (penutup) bebaskanlah kami dari yang jahat.

RANGKUMAN KELAS 8


Minggu, 08 April 2012

RANGKUMAN AGAMA KATOLIK KELAS 7
I.        YESUS BERBELAS KASIH
1.       Yesus hidup dalam situasi masyarakat yang menderita, tersingkir dan diperlakukan tidak adil.
2.       Yesus di panggil untuk berbelarasa.
3.       Yesus selalu berpihak dan member harapan pada yang menderita.
4.       Karena Yesus adalah pribadi yang selalu melakukan tindakan belas kasih pada sesamanya.
5.       Kita memperoleh belas kasih Allah pada saat kita mendapat belas kasih dari sesama.
6.       Contoh pengalaman belas kasih Allah:
a.      Mendapat pertolongan saat menghadapi kesulitan.
b.      Diberi makanan waktu kelaparan.
c.       Diberi  minum waktu kehausan.
d.      Dibantu untuk bangkit waktu terjatuh.
e.       Dihibur waktu saat bersedih.
f.        Diobati / disembuhkan waktu sakit.
g.      Dst…
7.       Salah satu teks yang  mengisahkan tindakan Yesus yang bebelas kasih adalah “ Yesus membangkitkan anak muda di Nain” (Luk 7:11-17)
8.       Melalui sikap dan tindakanNya, Yesus ingin menyatakan cinta Allah kepada semua manusia tanpa terkecuali.
9.       Contoh tindakan yang tidak berbelas kasih adalah: menipu, mencuri, memukul / menyakiti, egois / mementingkan diri sendiri, tidak peduli, dll
10.   Contoh tindakan Yesus yang mengasihi :
a.      Menyembuhkan orang buta
b.      Menyembuhkan orang lumpuh
c.       Menyembuhkan orang kusta
d.      Memberi makan 5000 orang
e.       Dan masih banyak lagi ……….
f.        Hingga rela menderita sengsara sampai wafat disalib.
II. YESUS MENGAMPUNI
1.       Kepada semua orang termasuk para pendosa, Yesus digambarkan sebagai pribadi yang selalu hadir dengan kasihNya yang tak terbatas.
2.       Kepada setiap pendosa yang bertobat, Yesus selalu memberikan “pintu maaf”dan pengampunan.
3.       Yesus mengajak murid-muridNya untuk selalu mengampuni tanpa batas.
4.       Tentang pengampunan Yesus berkata kepada para muridNya “bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.
5.       Allah senantiasa mengampuni dan memberi kesempatan kepada setiap manusia yang bertobat.
6.       Kepada perempuan yang berdosa, Yesus tidak mengadili tetapi memberikan kesempatan untuk bertobat, berubah dan tidak berbuat dosa lagi. (Bdk. Yoh 8:2-11).
7.       Mengampuni / memaafkan adalah memberikan  kesempatan kepada orang yang bersalah untuk memperbaiki diri dan tidak melakukan kesalahan lagi.
8.       Memaafkan / mengampuni bukan berarti membenarkan kesalahannya.
9.       Yang membuat orang sulit mengampuni adalah keinginan untuk mempertahankan harga diri atau wibawanya di hadapan orang yang bersalah.
10.   Tidak mengampuni dapat menyebabkan orang yang bersalah merasa hancur karena menanggung rasa salah berkepanjangan dan dapat menimbulkan permusuhan dan kebencian.
III. RELA BERKORBAN
1.       Dalam Yoh 10:11-15 menunjukkan sikap Yesus yang tampil beda dengan sikap masyarakat umum.
2.       Sikap Yesus yang berbeda itu Ia gambarkan dengan sebutan “Gembala yang baik rela memberikan nyawanya bagi domba-dombanya.
3.       Untuk menunjukkan cintaNya yang besar kepada manusia yang terpenting bagi Yesus adalah keselamatan umat manusia.
4.       Sikap rela berkorban dapat kita wujudkan dengan :
a.      Rela membantu sesama yang menderita
b.      Rela menolong tanpa pamrih
c.       Rela berbagi kegembiraan kepada siapa saja.
d.      Dll …..
5.       Isi ayat 14 – 15 dalam Yoh 10
“Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-dombaKu dan domba-dombaKu mengenal Aku. Sama seperti Bapa mengenal Aku dan Aku mengenal Bapa, dan Aku memberikan nyawa bagi domba-dombaKu.

IV. YESUS PEDULI TERHADAP PENDERITAAN SESAMA
1.       Yesus adalah tokoh yang sangat peduli terhadap penderitaan sesama . Maka Yesus menunjukkan sikapNya yang tidak akan membiarkan orang lain hidup menderita dan akan segera memberikan pertolongan.
2.       Dalam teks Kitab Suci ada kisah perumpamaan yang mengkaitkan praktik kepedulian terhadap sesama dengan pengadilan terakhir, misalnya Mat 25:31-46.
3.       Selain tokoh-tokoh para kudus atau orang-orang suci masa lalu yang peduli terhadap penderitaan sesama, pada jaman baru ini dalam gereja katholik juga kita mengenal tokoh / pribadi yang jelas menunjukkan sikap kepedulian kepada sesama misalnya :
1.       Muder Theresa dari Kalkuta
2.       Romo Mangunwidjaja
3.       Romo Sandiawan
Dan masih banyak tokoh-tokoh kristiani yang menunjukkan kepedulian namun belum terekspose di publik.

V. YESUS SANG PENDOA
1.       Yang menunjukkan bahwa Yesus adalah pribadi pendoa dan pengajar para pengikutNya untuk berdoa terungkap dalam Teks Kitab Suci Luk 11:1-13.
2.       Doa adalah :
a.      Komunikasi antara manusia dengan Allah.
b.      Kata cinta seorang anak kepada Bapanya.
c.       Ungkapan kehidupan iman, dan tidak dapat dilepaskan dari ungkapan serta perwujudan iman yang lain.
d.      Salah satu unsur  kehidupan orang beriman, tetapi mempunyai tempat yang sentral. Namun doa bukan yang pokok. Yang pokok adalah iman, harapan dan kasih.
e.       Ungkapan yang hidup dalam hati orang beriman.
3.       Doa pada dasarnya berarti mengangkat hati, menyerahkan hati kepada Tuhan, menyatakan diri anak Allah, mengakui Allah sebagai Bapa.
4.       Doa dapat timbul dari kesusahan hati yang bingung, tetapi juga dari kegembiraan jiwa menuju ke masa depan yang bahagia.
5.       Doa hanya mungkin dalam dan oleh Roh Kudus. Karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang dikaruniakan kepada kita (Rom 5:5)
6.       Doa memperoleh pernyataan kepercayaan akan kasih sayang Allah. Maka hanya doa yang lahir dari iman akan menyelamatkan orang.
7.       Dalam kebiasaan Gereja dibedakan 2 bentuk doa yang pokok yaitu: Puji-Syukur dan Permohonan.
8.       Menurut carany doa ada berbagai macam bentuk misalnya: Doa devosi, meditasi, litani, karismatik, Taize, doa harian, doa safaat, mazmur, dll.
9.       Dalam kehidupan sehari-hari doa dapat menjadi daya untuk memampukan kita mengubah diri menjadi orang yang semakin baik, entah dalam kata-kata maupun dalam perilaku kita sehari-hari dengan sesama.
10.   Setiap Doa biasanya selalu diakhiri dengan kata  Amin/ Amen yang artinya: Setuju, yakin, percaya, ya, sanggup, siap, pasti.
11.   Doa Bapa kami adalah doa yang diajarkan oleh Yesus Sendiri.
12.   Doa Bapa Kami berkaitan erat dengan pokok pewartaan Yesus yaitu Kerajaan Allah.
13.   Dalam isi Doa Bapa Kami ada 7 (tujuh) permohonan.
14.   Sesuai kerangkanya Doa Bapa Kami dapat dibagi menjadi 2 bagian yaitu:
Bagian  I
Diaali dengan seruan “bapa Kami yang ada di surge”. Lalu disusul dengan 3 permohonan:
1.       Dimuliakanlah namaMu.
2.       Datanglah kerajaanMu
3.       Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surge.
Bagian II
Terdiri dari 4 permohonan:
1.       Berilah kami rejiki pada hari ini
2.       Ampunilah kesalahan kami seperti kamipun mengampuni yang bersalah kepada kami.
3.       Janganlah masukkan kami ke dalam percobaan
(penutup) bebaskanlah kami dari yang jahat

Minggu, 26 Februari 2012

steve jobs

Steve Jobs Steven Paul "Steve" Jobs (lahir di San Francisco, California, Amerika Serikat, 24 Februari 1955 – meninggal di Palo Alto, California, Amerika Serikat, 5 Oktober 2011 pada umur 56 tahun) adalah seorang tokoh bisnisdan penemu Amerika Serikat. Ia adalah pendiri pendamping, ketua, dan mantan CEO Apple Inc. Jobs juga sebelumnya menjabat sebagai pejabat eksekutif Pixar Animation Studios; ia menjadi anggota dewan direktur The Walt Disney Company pada tahun 2006, setelah pengambilan alih Pixar oleh Disney. Namanya dicantumkan sebagai produser eksekutif dalam film Toy Story tahun 1995
Pada akhir 1970-an, Jobs, bersama pendiri pendamping Apple Steve Wozniak, Mike Markkula, dan lainnya, merancang, mengembangkan, dan memasarkan salah satu jajaran komputer pribadi pertama yang sukses secara komersial, yaitu seri Apple II. Pada awal 1980-an, Jobs termasuk orang-orang yang pertama kali melihat potensi komersial dari antarmuka pengguna grafis yang digerakkan tetikus PARC Xerox yang kemudian mendorong pembuatan Macintosh. Setelah kalah melawan keputusan dewan direktur tahun 1984, Jobs mengundurkan diri dari Apple dan mendirikan NeXT, sebuah perusahaan pengembangan platform komputer yang berkecimpung dalam pasar pendidikan tinggi dan bisnis. Pembelian NeXT oleh Apple pada tahun 1996 membawa kembali Jobs ke perusahaan yang ia dirikan bersama, dan ia menjabat sebagai CEO-nya sejak 1997 hingga 2011.
Tahun 1986, ia mengambil alih divisi grafis komputer Lucasfilm Ltd yang kemudian menjadi Pixar Animation Studios. Ia menjadi CEO dan pemegang saham terbesarnya sebanyak 50,1% sampai diambil alih oleh The Walt Disney Company tahun 2006. Karena itu pula Jobs menjadi pemegang saham perorangan terbesar di Disney sebanyak 7% dan anggota Dewan Direktur Disney. Setelah mengundurkan diri sebagai CEO pada 24 Agustus 2011, Jobs terpilih sebagai ketua dewan direktur Apple.
Pada 5 Oktober 2011, Steve Jobs meninggal dunia di California pada usia 56 tahun, tujuh tahun setelah didiagnosis menderita kanker pankreas. Pada waktu kematiannya, ia dikenal luas sebagai seorang visioner, perintis dan jenius dalam bidang bisnis, inovasi, dan desain produk, dan orang yang berhasil mengubah wajah dunia modern, merevolusi enam industri yang berbeda, dan "contoh bagi semua kepala eksekutif". Kematiannya ditanggapi secara luas dan dianggap sebagai kehilangan besar bagi dunia oleh para penggemarnya di seluruh dunia.